Kajian I’anatun Nisa’ #04 Tanda-Tanda Baligh

Kajian I’anatun Nisa’ #04 Tanda-Tanda Baligh
Oleh: Abdul Hamid
Baligh dapat dimaknai sebagai sebuah masa dimana seorang mulai dibebani (ditaklif) dengan beberapa hukum syara’. Oleh karena tuntutan hukum itulah orang tersebut dinamakan mukallaf.Sebenarnya tidak semua baligh disebut mukallaf, karena ada sebagian baligh yang tidak dapat dibebani hukum syara’ seperti orang gila. Disinilah kemudian muncul istilah aqil baligh yaitu orang yang telah mencapai kondisi baligh dan berakal sehat (mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang salah).

Dengan kata lain, seseorang yang sudah baligh dibebani hukum syara’ apabila ia berakal dan mengerti hukum tersebut. Orang bodoh dan orang gila tidak dibebani hukum karena mereka tidak dapat mengerti hukum dan tidak dapat membedakan baik dan buruk, maupun benar dan salah.

Rasulullah SAW bersabda, “Diangkatkan pena (tidak dibebani hukum) atas tiga (kelompok manusia), yaitu anak-anak hingga baligh, orang tidur hingga bangun, dan orang gila hingga sembuh." (HR Abu Dawud). Orang gila dalam hadis ini menunjukkan orang yang tidak berakal.

Ulama fikih sepakat bahwa aqil baligh menjadi syarat dalam ibadah dan muamalah. Dalam ibadah, berakal menjadi syarat wajib salat, puasa, dan sebagainya. Dalam muamalah, terutama masalah pidana dan perdata. Oleh karena itu, menjadi hal yang sangat penting mengetahui batasan antara baligh dan tidak baligh, karena ini merupakan kunci memasuki hukum syara’. Dalam bahasa keseharian sering dikatakan bahwa baligh menjadi batasan amal seorang anak dihitung pahala dan dosanya.

Tanda-tanda baligh bagi seorang wanita ada tiga hal, yaitu:

1. Berumur 15 tahun (menurut tahun Hijriyyah)
2. Keluar mani setelah berumur 9 tahun (menurut tahun Hijriyyah)
3. Keluar haid setelah berumur 9 tahun (menurut tahun Hijriyyah, dengan perkiraan)

Adapun tanda-tanda baligh bagi seorang laki-laki yaitu ada 2, di antaranya:

1. Berumur 15 tahun (menurut tahun Hijriyyah)
2. Keluarnya mani setelah berumur 9 tahun (menurut tahun Hijriyyah)

Rujukan:nu.or.id
Kitab safinatun najah

Source : Kalam-Ulama(dot)com
Editor : Redaktur KMNU UII
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII