KSHIN : Islam Nusantara dalam Prespektif Ilmu Hukum


FH (KMNU UII Online) - Selasa (1/12), meskipun hujan mengguyur deras kota Yogyakarta, tetapi tidak menghalangi semangat 10 orang ini berkumpul dan berdiskusi. Dengan mengangkat tema Islam Nusantara dan Sociological Jurisprudence: Membangun Konstruksi Pemikiran Islam Nusantara dalam Perspektif Ilmu Hukum, kumpulan mahasiswa ini menyimpulkan beberapa point mengenai dengan tema terkait:

1    1. Konsep yang diusung Sociological Jurisprudence dengan tata hukum yang sesuai dengan rasa masyarakat hal ini disinergikan dengan QS Ali Imron ayat 110 tentang elemen yang ada dalam umat (masyarakat) terbaik. Islam Nusantara yang berkembang di dalam masyarakat mengajarkan konsep dari Ali Imron 110 tersebut yakni Amal Makruf, Nahi Munkar, dan bertaqwa kepada Allah.

2    2. Membangun masyarakat Nusantara yang mengedepankan dalam penyeimbangan hubungan horizontal terhadap sesama manusia dan hubungan vertikal terhadap Tuhan. Hal ini dikarenakan keprihatinan terhadap peraturan yang cenderung berkembang ke arah hubungan horizontal saja dan menyebabkan beberapa penyimpangan yang terjadi.

3    3. Dasar-dasar hukum yang berkembang di dunia Barat dan dianut oleh Indonesia sekarang, sebenarnya sejak awal telah diajarkan di dalam Islam. Seperti Equality before the Law, dimana hal ini Nabi Muhammad SAW tetap akan menghukum potong tangan terhadap putrinya jikalau mencuri. Selain itu juga dalam Hierarchy of Law, dimana ketika Mu’adz bin Jabal ditanya oleh Nabi Muhammad SAW mengenai hukum yang diambil dalam memutuskan perkara. Disebutkan bahwa dengan menerangkan tingkat hierarki Al Quran, Al Hadits dan Ijtihad.
4.       
      4. Pancasila merupakan salah satu produk Sociological Jurisprudence. Hal ini mengingat Pancasila diambil dari nilai-nilai kearifan yang berkembang di Indonesia. Sedangkan Pancasila sendiri pada dasarnya berfalsafah pula kepada Islam. Dari sila pertama hingga ke lima semuanya ada dalam Islam. Pancasila sebagai produk asli Islam Nusantara dan Sociological Jurisprudence.
5.   
      5. Toleransi merupakan sikap dan prinsip asli dari masyarakat Indonesia dan hal ini disinergikan tasamuhnya Islam. Secara otomatis Islam yang kemudian berkembang di Indonesia mewarisi dan meneguhkan sikap Toleransi ini sebagai ciri khas Islam Nusantara.

Ada banyak pembahasan yang didiskusikan dalam forum Kajian Strategis Hukum dan Islam Nusantara (KSHIN), tetapi hanya beberapa yang disimpulkan sebagai hasil dari kajian mengenai tema terkait. Allan Fatchan Ghani Wardana menjadi pemantik dalam diskusi yang berlangsung di Fakultas Hukum UII tersebut. Harapannya, diskusi akan tetap berlanjut dengan tema-tema yang menarik lainnya. (MN)

Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Post Comment

1 komentar:

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada KAUM MUSLIM : yang hidup maupun yang mati, di dunia maupun di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrina Wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fii haa ma’asyunaa. Wa ashlih lanaa aakhiratanal latii ilaihaa ma’aadunaa. Waj’alil hayaata ziyadatan lanaa fii kulli khairin. Waj’alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH SEGALA NAMA DAN GELAR SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHABIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM MEWUJUDKAN BERKAH KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA BAGI KAMI, KELUARGA KAMI DAN KAUM MUSLIM.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH PULA KAMI MERAIH BERKAH-MU MELALUI PERANTARAAN BERBAGAI TULISAN DALAM SITUS INI.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAF AL-SHAALIH, PARA SYUHADA, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA IMAM, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM, SERTA SEMUA MUSLIM SALEH YANG (TELAH) WAFAT. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    BalasHapus

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII