Peringati Harlah ke-1 KMNU UII Adakan Tasyakuran bersama Anak Yatim

Ketua KMNU UII Kang Mazdan (kiri) memberikan potongan tumpeng kepada Dewan Syuriah KMNU UII A. Nur Shobah, S.HI (kanan)

Yogyakarta, KMNU UII Online
Bertempat di Pondok Pesantren Daarul Yatama Maguwoharjo Sleman, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul ‘Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII) adakan tasyakur harlah KMNU UII yang ke-1 dan silaturrahim keluarga besar KMNU UII bersama anak yatim dan santri Ponpes Daarul Yatama, Ahad (08/10) kemarin. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh  dari saudara KMNU UGM, KMNU UNY, dan tidak lupa Fatchur Rahman, S.Pd (MPO KMNU Pusat), Ahmad Nur Shobah, S.Hi (MPO KMNU Pusat sekaligus Dewan Syuriyah KMNU UII), dan Muhammad Dliyaudin (Koordinator BPH Regional 2 KMNU). Dalam serangkaian acara ini diawali dengan ziarah makam Simbah Mufid Mas’ud selaku pendiri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Muqaddaman 30 juz, Maulidurrasul, dan Mauidzatul Hasanah oleh Bapak Drs. M. Sularno,MA (Ketua LAZIS UII). Diharapkan dengan tasyakur yang bertepatan dengan Jauharol Muharram ini dapat menambah semangat para generasi muda untuk meneruskan perjuangan.

            Mazdan Maftukha, Ketua KMNU UII menyampaikan bahwa lahirnya KMNU merupakan sebuah komunitas yang mengatasnamakan “keluarga”, bukan karena embel-embel Islamnya tapi karena ada “Ulama” disitu. KMNU tidak hanya yang berlatar belakang NU, melainkan yang berlatar depan NU juga. Memandang jauh ke depan dengan nama NU, sebuah tantangan bagi mahasiswa untuk berkancah di dunia yang lebih luas. 

            Sementara itu,  menanggapi kegiatan ini Ahmad Nur Shobah selaku Dewan Syuriyah KMNU UII berpesan bahwa KMNU itu tujuannya bukan untuk menguasai kampus, tetapi untuk menjalankan tradisi ASWAJA. 

Kita membawa nama NU, jadi harus siap tanggung jawab dunia akhirat..” pesan beliau kepada khalayak yang hadir, singkat tapi mengandung esensi amanah yang tidak main-main. 

            Di sesi mauidloh hasanah oleh Bapak Drs. M. Sularno, MA juga menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi adanya KMNU UII yang berani tampil dengan memperlihatkan jenis kelaminnya di UII. Bahkan beliau menekankan untuk tidak malu mengakui kalau kita NU. 

“…jangan khawatir dengan mengakui NU karir kita akan anjlok. Bahkan Allah akan memuliakan kita yang berkhidmah kepada NU dengan misi melestarikan tradisi ASWAJA di UII” terang beliau.

Di akhir acara ditutup dengan makan bersama dan mushoffahah antara hadirin yang hadir dalam acara harlah ke 1 KMNU UII. (Widiaturrahmi/Elfaqir)
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII