Perjalanan 7 Lapisan Langit (Langit Kelima)

Jibril mengeruk pintunya langit kelima kemudian penghuni langit berkata, “Siapa ini?”

Jibril menjawab, “Saya Jibril”. “Dan siapa yang bersamamu?” tanya mereka.

“Muhammad..” Jibril  menjawab. Mereka berkata, “Selamat atas kedatanganmu dan kedatangan bagi orang yang bersama kamu,”. Langit kelima ini dinamakan al Muniirah. Di dalamnya aku melihat makhluk ciptaan Allah SWt yang diantaranya berupa malaikat yang amat besar ukurannya. Seandainya Allah memerintahkannya untuk menelan langit yang ketujuh itu dalam waktu seklai telan maka itu akan mudah baginya. Karena memandang bentuknya yang amat besar. Malikat itu memanggil-manggil, “Wahai Tuhanku, orang yang bermaksiat itu tidak mengenal kekuasaan yang Engkau miliki, subhaanallah alangkah sayangnya Engkau terhadap makhluk-makhlukmu.

Nabi SAW pun melihat pintu yang terdapat dua tulisan yang tampak bercahaya dan berkilauan. Dua tulisan itu adalah “Laa ilaaha illallahu Muhammadar Rasulullah.” Maka ketika Nabi SAW membacanya terjatuhlah gembok pintunya, sehingga pintunya pun terbuka. Di dalamnya Nabi melihat dari arah timur langit tingkat kelima hingga perbatasan bumi lapis ketujuh paling bawah, tampak neraa Jahannam yang gelap gulita dan dipenuhi oleh kemurkaan Allah, serta asapnya yang terlihat terus mengepul. Ketika itu pula ada malaikat yang besar ukurannya terlihat amat menakutkan. Ia selalu menampakkan kemarahannya, ia sangat ejam tidak kenal kompromi diantara dua matanya ada pusat syaraf yang seandainya ia menatap bumi niscaya matilah orang yang ada didalamnya dengan tidak tersisa.

Nabi SAW berkata, “Kukatakan pada saudaraku Jibril, siapakah ini yang membuat bulu kulitku merinding dan hatiku merasa gemetar?” Jibril menjawab, “Ini adalah malaikat Malik penjaga Neraka. Allah telah menciptakannya dari kemurkaan dan kemarahanNya. Ia senantiasa seperti itu sejak dia diciptakan.  Allah telah memberi kuasa padanya atas neraka Jahannam karena sangat marahnya kepada musuh-musuhNya. Mendekat dan ucapkanlah salam padanya.” Maka Nabi pun mendekat dan mengucapkan salam padanya., tapi ia tak menjawab salam beliau. Lalu Jibril bertanya, “Mengapa engkau tak menjawab salam kekasih Allah?”. Seraya ia mengatakan, “Allah..Allah, mohon dimaafkan wahai kekasih Allah.”

“Sekarang perlihatkan padaku neraka Jahannam,” Selanjutnya malaikat Malik menjawab, “Saya tidak kuasa akan hal itu.” Ketika itu tiba-tiba ada suara memanggil dari Dzat Yang Maha Tinggi dan paling tinggi, “Jangan kau menentang kehendak kekasihKu Muhammad” Maka ketika itu terbukalah tabir dan terlihat suasana hitam lagi gelap gulita yang dicampuri oleh kemarahan Allah. Kemudian setelah itu tertutup kembalilah pintu tabir seperti sedia kala. Nabi pun telah melihat keajaiban langit kelima beserta isinya. Kemudian para malaikat berbaris dan aku maju sekaligus memimpin shalat dua raka’at bersama mereka. Selanjutnya Nabi dan malaikat Jibril pun menanjak menuju langit keenam.

Oleh : Widiaturrahmi

Bersambung ke Perjalanan 7 Lapisan Langit (Langit Keenam)
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII