Tips Pengolahan Sayuran yang Baik dan Benar

Tips Pengolahan Sayuran yang Baik dan Benar
Musim liburan seperti ini, untuk para mahasiswi yang lagi berada di rumah, pastinya lagi rajin-rajinnya bantuin ibu memasak kan ya, apalagi bulan puasa membantu menyiapkan makanan untuk hidangan buka puasa.  Nah, bahwa setiap hal apapun di dunia ini pasti ada ilmunya. Sama halnya dengan urusan masak-memasak. Dengan ilmu, maka suatu kegiatan akan lebih terarah.  Kali ini, saya akan membahas tentang tips bagaimana cara mengolah sayuran yang baik dan benar. Dengan memasak yang baik dan benar, maka hasil masakan akan terlihat lebih indah, lebih baik, dan juga dapat mempertahankan zat gizi yang ada dalam bahan makanan, khususnya sayuran.

Ada banyak cara pengolahan sayuran seperti direbus, digoreng, dibakar, ditumis, dikukus atau dipepes. Perlakuan awal sebelum sayuran dimasak yaitu :

Dibersihkan dari kotoran dan bagian yang tidak  dapat dimakan
Dicuci dengan air bersih dan cukup
Dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dinginkan

Makanan merupakan sumber zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Sayuran merupakan sumber serat, vitamin, mineral, dan sebagai antioksidan yang sangat diperlukan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Oleh karena itu, dalam memasak harus diperhatikan pengolahannya agar tidak banyak zat gizi yang terbuang sia-sia karena kesalahan kita. Berikut, beberapa tips agar sayuran yang diolah dapat dipertahankan kandungan gizinya.

1. Pengupasan terutama pada kentang dan wortel sebaiknya dilakukan seminimal mungkin, agar tidak terlalu banyak menghilangkan zat gizi yang banyak terdapat di dekat kulit.
2. Pencucian dilakukan sebelum pemotongan sayuran, untuk menghindarkan hilangnya/larutnya zat gizi.
3. Pemotongan sayuran sebaiknya dilakukan dengan ukuran agak besar, semakin kecil potongan sayuran semakin banyak vitamin dan mineral yang hilang/terlarut saat di cuci.
4. Pemasakan dilakukan dengan sedikit mungkin air, apabila sayuran berkuah, usahakan kuahnya juga di minum/dikonsumsi.
5. Memasukkan sayuran kedalam panci atau wajan, sebaiknya dilakukan saat air telah mendidih, untuk memperpendek kontak dengan air panas.
6. Pemasakan dengan cara pengukusan lebih sedikit menghilangkan zat gizi dibandingkan dengan perebusan.
7. Biarkan panci terbuka selama perebusan agar asam-asam menguap, sehingga warna huijau sayuran dapat dipertahankan/tidak kecoklatan.
8. Pada pembuatan sayuran bersantan, gunakan air perebus sedikit mungkin, setelah sayuran lunak, baru dimasukkan santannya dan diaduk agar santan tidak pecah.
9. Pada penumisan, gunakan minyak nabati sebagai media penggorengan, masukkan sayuran kedalam wajan yang telah panas dan tutup sebentar, setelah keluar uap baru tutup wajan dibuka, agar warna sayuran tidak berubah.
10. Penumisan sangat baik dilakukan untuk melarutkan vitamin A, D, E, dan K pada sayuran sehingga mudah di serap oleh tubuh.


Semoga, beberapa tips di atas dapat dipraktikkan dalam memasak. Selamat memasak.

 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Slide kuliah : Pengolahan Sayuran, Kulinari dan Gizi , Ikeu 2014 Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia , IPB

Oleh : Isna Nur Arifina Ilmu Gizi IPB , KMNU IPB
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII