Tanya Jawab : Tentang Bilangan Rakaat Tarawih dan Waktu Pelaksanakan Tahajjud

 Tentang Bilangan Rakaat Tarawih dan Waktu Pelaksanakan Tahajjud
📩 Pertanyaan :
Assalamu'alaikum Wr Wb
Maaf ganggu, saya ingin menanyaka 2 hal.
1. Apa yang mendasari pemilihan rakaat tarawih itu kombinasi 8+3 atau 20+3 itu?, dan kalo boleh tau yang lebih dianjurkan yang mana? serta mohon penjelasannya?

2. Apakah shalat tahajud itu harus "tidur" dulu? misalnya kalo kita shalat malam dan kita niat untuk shalat tahajud tapi kita belum tidur jadinya gimana? apa shalatnya jadi shalat malam (?) atau tahajud

Syukron...
 📝 Jawaban :
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh,
1. Jumhur ulama' madzhab Hanafi, Syafi'i, dan Hambali berbendapat bahwa tarawih itu dua puluh rakaat berdasarkan hadits Umar bin al-Khattab (rujuk kitab al-Muhaddzab halaman 117 fasal "Salat Sunnah di Bulan Ramadlan"). Sedangkan madzhab Maliki berpendapat tarawih itu tiga puluh enam rakaat berdasarkan kebiasaan masyarakat Madinah dimasa Imam Malik. Adapun tarawih delapan rakaat itu adalah pendapat yang baru dicetuskan oleh ulama yang bernama Syaikh Muhammad Nasharuddin al-Albani, ulama abad dua puluh. Pendapat ini belum ada yang mengemukakannya sebelum beliau. Maka dapat dipahami bahwa yang paling banyak dipegangi oleh banyak ulama dari masa ke masa adalah pendapat dua puluh rakaat.

2. Adapun pelaksanaan tahajjud memang dilakukan setelah tidur berdasarkan hadits darinya Sayyidina Abdullah bin Amru (rujuk al-Muhaddzab halaman 118). Jika salat malam dilakukan tanpa tidur tetap dikategorikan salat malam (Qiyamul Lail) tanpa fadhilah tahajjud.

Wallahu a'lam


Oleh : Adhli Alkarni  (Staff bagian Kajian dan Dakwah Aswaja, Depnas Litbang KMNU Nasional)
Redaksi KMNU ONLINE
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Post Comment

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum wr.wb...
    'afwan sebelumnya jika memang tidur dahulu sebelum shalat tahajud adlh keharusan bukan anjuran jika tdk itu hny di anggap qiyamul lail tnp fadhilah tahajjud apa iya?
    bagaimana akhiy menanggapi saydina Abu bakar assiddiq yang mana beliau suka shalat tahajjud tanpa tidur terlebih dahulu Rasulallah pun menjelaskan bahwa Abu bakar adlh orang yg hati"(tak ingin tahajjudnya terlewatkan).
    terima kasih, mohon tanggapan ya akhiy... :)
    wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII