Sikap Tasamuh dan Toleran Menjadi Peran Penting KMNU

Sikap Tasamuh dan Toleran Menjadi Peran Penting KMNU
KMNU UII Online Kajian Ramadhan yang diselenggarakan oleh KMNU UII tempo waktu sering kali membahas hal – hal yang saling berketerkaitan satu dengan lainnya. Terjadinya interseksi ini tentu menjadi bahasan menarik untuk dapat dikembangkan bahkan diulas. Dari berbeda pemantik tentu akan berbeda sudut pandang maupun pendapat, meski persamaan itu yang terjadi di interseksi.

Seperti yang dikemukakan oleh Ari Nasichuddin pada kesempatan kali itu bahwa Nahdlatul Ulama (NU) yang membawa paham Asy’ariyyah merupakan pemecah suatu permasalahan. Pemikiran mengenai penyelesaian terhadap konflik berkepanjangan Jabariyah dan Qodariyah menyebabkan pemikiran Abul Hasan Al Asy’ari ini lebih dapat diterima. Begitu juga dengan lahirnya NU dengan perkembangannya sekarang, jauh lebih berkembang dari dulunya;

Konsep mengenai penyelesaian masalah mengunakan alternatif ketiga atau jalan tengah inilah sesuai dengan konsep tasamuh atau toleransi. Hal yang diterapkan di tubuh NU ini diungkapkan oleh Haris Nur Ali sebagai konsep yang penting dan unggulan di tubuh NU. Kesesuaian inilah yang menjadikan NU sebagai organisasi yang dicari dan diminati dimana tidak melihat secara radikal terhadap suatu permasalahan.

Selama ini, Nahdlatul Ulama diamankan dengan suatu sistem ini. Dimana toleransi atau tasamuh menjadi sesuatu media penyelesaian masalah. Bahkan NU punya budaya bahwa mengalah dan tidak gontok-gontokan pada suatu permasalahan merupakan solusi agar masalah dapat segera diselesaikan. Jarang sekali organisasi yang dapat menerapkan hal seperti ini. Kebanyakan justru suka memperdebatkan dan tidak jarang untuk tidak mau mengalah. Prinsip ini memberikan kemanfaatan bagi umat pada umumnya, karena umat Islam tidak dilibatkan secara berkepanjangan mengenai suatu permasalahan yang sedang timbul.

Diungkapkan oleh Mazdan pula pada kajian tersebut bahwa orang (mahasiswa) Nahdlatul Ulama itu harus dapat menyeimbangkan segi jasmani dan ruhani. Seperti hasil kajian pada pertemuan kedua bahwa konsep keseimbangan jasmani dan ruhani ini harga yang tidak dapat ditawar sebagai pengembangan konsep jalan tengah. 

KMNU sebagai organisasi perkumpulan mahasiswa yang berlatar belakang NU tentu harus dapat mengembangkan konsep ini. Dimana KMNU itu selain menyeimbangkan segi jasmani dan ruhani seorang mahasiswa juga dapat mengarahkan konsep tasamuh yang menjadi salah satu prinsip NU. Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat juga mahasiswa NU yang tidak menerapkan sikap tasamuh ini, padahal ini merupakan hal terpenting. Bahkan dapat dikatakan sebagai ruhnya NU maupun KMNU sendiri. 
Mahasiswa NU harus pintar-pintar menyelesaikan masalah tanpa masalah, karena didasari rasa tasamuh tersebut. Bahkan KMNU harus bisa diterima oleh mahasiswa non NU karena faktor ini. Toleransi begitu bahasa mengulasnya. Tetapi harus diingatkan bahwa prinsip ini juga tetap harus dijalankan dengan batasan-batasannya. Jangan untuk dilanggar atas kesepakatan secara syariat maupun landasan qoul Ulama di NU. Pun dapat menyesuaikan antara posisi moderat dan tradisionalnya.

Maka dari itu sebagai organisasi mahasiswa yang bertujuan menjaga tradisi, KMNU punya peran penting menjaga ukhuwah dengan menjalankan tasamuh maupun toleransi terhadap siapapun. (Ulinnuha)

Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII