Miqdam : "Aliran Islam Muncul Sebagai Implementasi Politik"

Miqdam : "Aliran Islam Muncul Sebagai Implementasi Politik"
Yogyakarta, KMNU UII Online 
Kegiatan Kajian Ramadhan untuk kali keempatnya digelar pada Sabtu (4/7) dengan mengundang Miqdam Makfi, jajaran Majlis Syuriyah KMNU UII. Program khusus Ramadhan ini memang diagendakan untuk dapat istiqomah dilaksanakan oleh Divisi Kadasi KMNU UII. Miqdam Makfi sebagai salah satu putra Mlangi dijadwalkan mengisi Kajian Ramadhan agar dapat membagi ilmu setelah proses panjang pendidikannya yang melewati batas teritorial Indonesia.

Pada zaman Rasulullah SAW – begitu pembuka kajian yang dia sampaikan – semua permasalahan yang timbul akan selalu ada jalan keluar yang terbaik. Hal ini dikarenakan Otoritas Ketuhanan yang melekat pada diri Rasulullah SAW, ucapan Rasulullah tersebut tidak lain hanyalah wahyu Allah SWT. Segala perbedaan pendapat, ketika kemudian dihadapkan kepada Rasulullah SAW maka perbedaan itu luluh.

Mulainya timbul perpecahan dalam Islam terjadi pada masa Khalifah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Pada awal masa setelah pembaiatan, dari pihak keluarga nabi ada perbedaan pendapat dimana segi etika pemilihan khalifah pada masa berkabung dinilai tidak etis. Selain itu, pada pemerintahannya terjadilah pemahaman kemurtadan umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Hal ini cukup baik untuk diredam dengan manajemen konflik yang dimiliki oleh generasi awal Islam setelah dididik oleh Rasulullah SAW.

Pada masa Khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW inilah kian krusialnya perkembangan sektarian, terlebih setelah peristiwa Tahkim. Khawarij menjadi kubu yang paling radikal pada masa ini, dimana pihak dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib maupun Khalifah Muawiyah dinilai kafir. Syiah sebagai pendukung fanatik Ali ataupun Ahlul Bait menjadi oposisi terbaik Khawarij dalam menuduh Ali. Begitu pula munculnya Murji’ah sebagai reaksi terhadap Khawarij yang begitu radikal.

Pemerintahan Bani Umayah pun menjadi pupuk besar atas berkembangnya aliran-aliran dalam Islam. Hal ini dikarenakan ketidakjelasan Bani Umayah dalam berpaham Islam dan tidak menjadi penengah dalam segala bentuk permasalahan atas perpedaan pemahaman aliran Islam. Ketidakjelasan ini memunculkan aliran Jabariyah dan Qodariyah. Kemunculan yang terjadi justru saling tanding dan menandingi antar aliran, kemunculan negara (Khalifah Bani Umayah) tidak hadir untuk menyelesaikan perbedaan ini.

Menurut Miqdam, terjadinya hal ini dikarenakan citra politik pada masa tersebut. Justru adanya berbagai aliran ditengarai karena kepentingan politik atas ketidakcocokan. Hal ini didasarkan karena aliran yang muncul merupakan sebuah konsep yang melawan konsep lainnya seperti yang terjadi pada Jabariyah dan Qodariyah. Pada akhirnya, dicarilah legitimasi agama atas dalih kepentingan politik tersebut bahkan hingga menyangkut permasalahan teologis dari berbagai aliran.

Perkembangan Islam di Indonesia tidak dapat juga dipisahkan dari pola perkembangan aliran di Timur Tengah. Hal ini terbukti dari berbagai macam cara pola pengenalan Islam kepada penduduk Nusantara kala itu. Wali Songo sebagai pendakwah ulung merupakan penerapan pola-pola Ahlussunah Wal Jamaah yang memiliki sifat toleransi terhadap budaya. Proses Islamisasi kebudayaan inilah yang kemudian menjadikan kian majemuknya aliran dalam Islam.


Pada era 1900an muncullah Jami’atul Khoir sebagai awal organisasi Islam yang muncul di Indonesia. Sebagai organisasi yang Arabsentris maka kemudian pada masa selanjutnya terhimpun organisasi Sarekat Dagang Islam dengan dominasi pribumi. Begitu pun disusul berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun berikutnya. Kemunculan berbagai organisasi ini menjadi contoh bagaimana kemajemukan aliran Islam yang kemudian terafiliasi atas nama Indonesia. Begitu juga dengan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari atas kekhawatiran terhadapan purifikasi Islam yang berkembang di Timur Tengah kala itu.(Mazdan/ Elfaqir)
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII