Alissa Wahid : Jangan Takut Terhadap Perubahan

Yogyakarta, KMNU Online
Senin (01/06) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional mengadakan silaturahim ke kediaman Alissa Wahid (GUSDURian). Kunjungan sekaligus dalam rangka meminta saran serta arahan dari putri Gus Dur ini turut dihadiri oleh Presidium Nasional 1 dan 4, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), BPH Regional 2, serta perwakilan pengurus inti KMNU UII, UGM dan UNY.
Zimamul Adli selaku Presidium 1, dalam kesempatan ini menjelaskan beberapa hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KMNU yang telah terselenggara di Jakarta, awal April lalu. Diantaranya adalah mengenai logo resmi KMNU Nasional dan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan  KMNU di masa-masa awal berdirinya.
Alissa Wahid menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan NU (KMNU, PMII dan PKPT IPNU/IPPNU) tidak seharusnya saling mencurigai dan saling menegasikan. Ketiganya harus bisa bekerjasama dan bersinergi. Karena memang jamaah NU sangat banyak serta memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu beliau mendorong agar ketiganya mengadakan musyawarah guna memperjelas diferensiasi di antara ketiganya.
Dalam pengkaderan, sebaiknya KMNU merancang sistem pengkaderannya sendiri (original) dan tidak meniru sistem pengkaderan organisasi-organisasi lain yang sudah ada. Beliau memberikan contoh komunitas GUSDURian yang sukses dengan sistem pengkaderannya yang original. Sistem pengkaderan harus dirancang dengan baik dan telaten sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Beliau juga menyarankan agar KMNU membentuk lembaga pengelola dana yang berfungsi untuk menghimpun donasi dari para alumni dan untuk membantu pembiayaan  segala kegiatan yang diadakan oleh KMNU Nasional. Dengan cara itu diharapkan KMNU dapat menjadi organisasi yang profesional dan mandiri dalam pengelolaan dana.

Sebagai penutup pembicaraan, beliau memberikan dukungan yang sangat besar bagi hadirnya KMNU Nasional. Beliau meyakinkan kepada seluruh pengurus KMNU mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga pusat agar tetap percaya diri dan jangan takut terhadap perubahan. Semua pengurus KMNU harus menjadi mahasiswa yang responsif bukan mahasiswa reaktif. Yaitu mahasiswa yang bukan hanya kritis, namun juga solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.(Dliyauddin/Ulinnuha)
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII