Perjalanan 7 Lapisan Langit (Langit Pertama)

Oleh : Widiaturrahmi-KMNU UII
            Perjalanan malam Nabi yang penuh misteri dari Mekkah ke Baitul Muqaddas (isra’) telah mengilhami literatur yang bahkan lebih komprehensif daripada kisah-kisah keajaiban yang menyertai kelahirannya. Selanjutnya perjalanannya menembus langit-langit (mi’raj) yang lebih istimewa untuk dikaji. Benih pertumbuhan kisah tentang perjalanan penuh misteri ini adalah tafsiran dari QS Al- Isra’: 1 :
“Maha suci Dia yang telah memperjalankan hambaNya dari mesjid satu ke tempat suci terjauh..”[1]
Dengan adanya riwayat Nabi SAW mengenai keberadaan langit-langit ini akan dijadikan sebagai pijakan dan rujukan asasi. Apa itu di bidang sains atau malah studi sejarah hingga manusia dengan sendirinya akan memaknai perjalanan maha dahsyat ini.
Allah memperingatkan kita mengenai hal itu dalam QS. Ar-Rahman : 33
“Hai jama’ah jin dan manusia jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi maka lintasilah, kamu tidak akan dapat menembusnya kecuali dengan shulthon”
Di pertengahan malam yang telah sampai pada puncak ketenangannya, dan di malam yang yang burung-burung telah terdiam dari kicauannya, serta binatang-binatang buas telah terdiam dalam peraduannya. Suara air dan hembusan angin pun mulai terhenti. Nabi Muhammad SAW terbangun oleh suara yang membisiknya. “Wahai orang yang tidur, bangunlah..” maka Nabi SAW pun terbangun dan tiba-tiba berada dihadapannya Jibril as dengan wajah terang benderang seperti putihnya es serta dengan rambutnya yang terurai rapi. Malaikat itu berdiri mengenakan baju yang dihiasi permata dan emas, dan diseputar badannya terlihat sayap-sayap yang beraneka ragam warnanya.
            Dipegangan tangannya ada binatang yang menakjubkan yang bernama “buraq”. Binatang itu memiliki sayap seperti halnya elang. Binatang itu menundukkan badannya dihadapan Nabi SAW, kemudian mengangkatnya dan menerbangkannya. Binatang ini meluncur terbang seperti anak panah melintasi pegunungan Mekkah dan Padang Sahara dengan menuju arah utara. Perjalanan ini sempat berhenti sebnetar di bukit Thursina tempat dimana Nabi Musa as bercakap-cakap dengan Tuhan, kemudian berhenti lagi di Bait Lahn tempat Nabi Isa as dilahirkan. Setelah itu buraq meluncur lagi di udara bersama Nabi SAW dan Jibril as. Ketika itu tiba-tiba ada suara lirih meminta Nabi SAW berhenti. Namun karena keikhlasan beliau dalam mengemban risalah Islam sehingga tiada satupun kekuatan yang mampu menghentikan perjalanan kecuali kuasa Nya.. kemudian sampailah beliau di Baitul Maqdis. Nabi SAW mengikat binatang itu melanjutkan shalat diatas puing-puing kerajaan Sulaiman as ditemani oleh Ibrahim as, Musa as, dan Isa as. Setelah selesai menunaikan shalat beliau mulai ber-mi’raj dengan mulai bertolak arah dari sakhrah (batu) Nabi Ya’qub as hingga kemudian menanjak cepat menuju arah langit.

Tibanya Nabi SAW di Langit Pertama
Langit yang berhiaskan perak-perak murni dan bintang-bintang  yang bergantung diatasnya dengan rangkaian emas. Di setiap bintang itu telah berdiri sesosok malaikat yang selalu menjaganya sehingga syaithan-syaithan tidak mampu menanjak keatasnya atau bahkan jin-jin tidak akan mampu mendengar berita-berita rahasia dari langit.
Di langit pertama terjadi percakapan antara Nabi SAW dengan Jibril as:
“Kemudian Jibril membawaku ke langitnya dunia dalam waktu yang sangat cepat melebihi cepatnya kedipan mata, sedangkan jarak antara langit dan bumi adalah 500 tahun perjalanan. Adapun ketebalan langitnya juga seperti itu. Maka diketuklah pintu langit itu, penghuni langit pertama pun mempersilakan kami masuk. Ketika itu terlihat olehku langit yang terdiri dari asap atau yang biasa dengan “ar-rafi’ah”. Di dalamnya tak terlihat jejak kaki sedikit pun melainkan yang ada hanyalah malaikat yang sedang ruku’ dan bersujud.
Aku pun melihat di dalamnya mengalir dua sungai yang besar. Lalu aku bertanya, ‘Keduanya ini sungai apa Yaa Jibril?’Jibril menjawab, ‘Ini sungai Nil dan sungai Efrat yang berasal dari surga. Sedangkan dibagian lain terdapat istana yang berlapiskan mutiara dan batu berwarna kebiru-biruan. Lalu aku celupkan tanganku kedalamnya dan ternyata aroma minyak mistik tercium sangat menyengat, lalu aku bertanya,’Sungai apa in?’ Jibril menjawab ‘Ini adalah sungai Al Kautsar yang telah Allah siapkan bagimu’.
Ketika aku melihat-lihat, tiba-tiba ada malaikat yang besar sekali berbusana cahaya. Malaikat itu dikelilingi 70 malaikat yang masing-masing mereka memegang tombak yang terbuat dari cahaya. Malaikat yang besar itu adalah malaikat Ismail sebagai penjaga kunci dunia maka kuucapkan salam padanya dan ia pun menjawab. Setelah itu aku melangkah maju kedepannya dan berhadapan dengan malaikat yang setengah badannya berupa salju dan setengah lagi berupa api. Kedua unsur ini tidak saling mempengaruhi karena api tak bisa membakar salju, begitupun saljunya tak bisa melelehka apinya. Selain itu ia memiliki seribu kepala. Di masing-masing kepalanya terdapat seribu wajah, dari masing wajahnya terdapat seribu mulut, dari seribu mulut terdapat seribu lisan yang selalu bertasbih dengan seribu bahasa yang berbeda satu dengan yang lainnya, diantara tasbihnya adalah ucapan :
Subhaana man allafa bainats-tsalji wan-naari, yaa man allafta bainats-tsalji wannaari allif baina quluubi ‘ibaadikal mu’minin
 (Maha suci Dzat yang menyatukan antara salju dan api, wahai Dzat yang telah menyatukan antara salju dan api, satukanlah hati-hati para hamba-hambaMu yang beriman).
Para malaikat pun mengamininya. Mereka adalah malaikat yang ditugaskan menjaga langit, malaikat yang paling senang memberi nasihat terhadap bani Adam. Kemudian malaikat it berbaris rapi membentuk suatu barisan. Selanjutnya Jibril membawaku kedepan sehingga aku shalat dua raka’at berdasarkan aturan agama Nabi Ibrahim khalilullah. Selanjutnya kami menanjak langit yang kedua dalam waktu yang cepatnya melebihi kedipan mata
                                                                                            Bersambung...
Perjalanan 7 lapisan langit (Langit Kedua)


[1] Tempat suci terjauh (mesjid terjauh) adalah Mesjid Al Aqsha’ di Yerussalem

Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII