Perjalanan 7 Lapisan Langit (Cetusan Ma’rifat)

Oleh : Widiaturrahmi-KMNU UII

Maha kehidupan, kalau sungguh bagi-Mu aku dilahirkan
Bukakanlah hati, telanjangkan dada dunia
Agar senantiasa daripadanya aku menyusu
Menghisap tenaga dari sumber-sumber yang murni.
Kupaslah Matahari dari kelopaknya
Biar tak lagi berkedip dalam menatap dunia
Nyalang bagi harimau serta silau bagi gulita
Terbuka bagi asap dan bunga api waktu

                Angin berdesau perlahan. Dedaunan berguguran melandai pelan mengiringi waktu yang begitu layu. Malam ini bumi Mu berbisik, nampak begitu kelu. Kesenduan yang pun aku rasakan meski bukan aku yang mencipta kesenduan ini. Sekilas pandangan dan fikir ini tertuju pada seorang yang aku belum pernah bertatap langsung dengannya hingga akhir hayatnya. Dua pandangan kosong yang menghanyutkanku pada peradaban Islam silam, minadz-dzulumaati ilannuur...
                Membaca zaman masih menjadi misteri peradaban. Satu sisi peradaban mungkin hanya menjadi data sejarah yang dilupakan kekinian. Ahh.. sekulerisme sudah menyuntikkan doktrin ke-Baratannya di bumi Indonesia ini. Dimana posisi kita sebagai generasi Muslim?? Bercermin diri....
                Kilas balik memandang jauh pada zaman peradaban Islam, zaman dimana rintihan duka  berbalut takbir berkumandang. Islam tumpang tindih dihimpit perang yang disaksikan jutaan malaikat.. disinilah kesabaran dan keimanan umat Islam diuji.. Tuhan tak pernah diam, ia kirimkan kekasihNya untuk menentramkan bumi, menaungi dengan kasih sayang dan perdamaian.
Sering sejarah tokoh besar dunia saja menarik perhatian kita. Lalu kita membacanya, memberi inspirasi, dan semangat pada kehidupan kita. Lalu bagaimana dengan sejarah peradaban Islam?? Sudahkah kita membaca dan mempelajarinya? Sudahkah memberi semangat dan inspirasi pada kehidupan kita? Mungkin bisa dihitung dengan jari umat Islam yang paham akan sejarah umat Islam apalagi sejarah akan sosok mulia ini. Dialah Rasulullah SAW....
Beliau lah pahlawan revolusioner Islam, dimana sejarah akan mencatatnya sebagai sejarah yang tak akan pernah hilang ditelan massa, takkan pernah hilang ditelan usia, dan takkan pernah layu seiring bergulirnya waktu. Apalagi dengan dua pusaka yang beliau wasiatkan untuk seluruh umat manusia yaitu Al Qur’an dan Hadits... Diantara berbagai mu’jizat yang Allah anugerahkan pada beliau salah satunya yaitu Isra’ Mi’raj. Sebuah peristiwa besar yang keajaibannya tak ada satupun manusia yang mengalaminya. Mari sejenak merefleksi diri untuk terjun langsung dalam memaknai perjalanan yang maha dahsyat ini.
Dari Ubaidullah bin Utbah, ia mengabarkan bahwa Abdullah bin Abbas r.a menyediakan waktu khsusus dalam harinya untuk mempelajari sirah (sejarah) Nabi SAW. Abdullah bin Abbas adalah sepupu dan sahabat Rasulullah SAW yang hidup bersama Nabi, namun beliau tetap mempelajari dan mengkaji kehidupan Nabi untuk beliau teladani. Bagaimana dengan kita yang beliau panggil-panggil ketika hendak berpamit kembali pada Nya??
Mengapa Arab?
Usia bumi sudah semakin tua. Lebih tua dari masanya Adam dan Hawa menginjakkan kaki di permukaannya. Silih berganti zaman mengiringi bergantinya manusia yang hidup diatasnya. Peradaban yang terjadi sangat beragam hingga Allah utus Muhammad puta Abdullah di Jazirah Arab sebagai penyempurna akhlak..
“Mengapa Arab? Tanah gersang dengan orang-orang nomad dipilih sebagai tempat diutusnya Rasul terakhir” banyak umat muslim yang mempertanyakannya. Ada yang bertemu. Ada yang meraba tak tentu arah. Salah satunya alasannya adalah karena Jazirah Arab adalah tanah merdeka dimana tidak adanya penguasa yang memiliki kekuasan politik dan agama secara absolut.
Malam senin 12 Rabiul Awwal tahun Gajah terbitlah cahaya yang terangnya diatas cahaya. Sosok yang dinantikan Islam, seorang bayi mungil dengan lahirnya pun menjadi sebuah keajaiban diantara umat. Bagaimana pun tidak bayi itu sudah dalam keadaan mata yang dicelaki dan alat kelamin yang sudah disunat. Begitupun dengan keadaan saat itu diliputi aroma surgawi yang semerbaknya membuat orang terpana. Allahu Akbar..
Singkat cerita kehidupannya kian masa kian dewasa, hingga sampai ia terlahir sebagai pemuda tampan yang gigih bekerja, ulet, sampai beliau digelari “Al Amin” (yang dapat dipercaya). Hidupnya erat sekali dengan Islam yang pada saat itu banyak perang berkecamuk dan ujian melanda demi tegaknya agama haq (Islam) di muka bumi ini. Karena beliau adalah seorang manusia pilihan Allah, beliau pun mendapat beberapa mukjizat Maha Dahsyat diantaranya Isra’ Mi’raj..
Apakah Isra’ Mi’raj itu???

                                                                                      Bersambung...
                                                                                     Perjalanan 7 Lapisan Langit ( Langit Pertama)

Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII