Perjalanan 7 Lapisan Langit (Langit Ketiga)

Dibawah naungan Arsy

Aku hentakkan pujian  bersama penghuni bumi padamu nur-nya ummat

Hingga penghuni langit pun ikut mengumandangkannya lewat rotasi tasbih

Sosokmu tak pernah kutemui barang sedikitpun

Tapi hadirmu selalu terasa saat shalawat berkumandang

Terlalu banyak lentera yang aku pecahkan

tentu saja kini aku harus merangkak dan meraba dalam gelap

terlalu sering aku membuang kotoran di mata airmu

jelas kini aku harus merasakan haus yang teramat sangat

terlalu sering aku melupakan betapa indahnya engkau

sungguh, kini aku merasa sangat jauh darimu

Dibawah langit Nya berpijak pada bumi Nya

Rangkul kami dalam syafa’atmu hingga engkau kumpulkan kami bersamamu dan kekasih-kekasihNya kelak

Shollu ‘alan Nabi Muhammad...

                Perjalanan maha dahsyat ini tak melelahkan Nabi hingga beliau lanjutkan perjalanannya. Hingga tibalah di langit ketiga. Langit yang berhiaskan tembaga, biasa disebut dengan al maziinah. Nabi melihat di dalamnya para malaikat bersama dengan bendera-bendera hijau. Kemudian Nabi bertanya pada malaikat Jibril, “Siapa mereka itu yaa Jibril?”
“Mereka adalah malaikatnya malam Lailatul Qadr dan bulan Ramadhan. Mereka selalu mencari-cari majelis dzikir, majelis para syuhada, dan orang-orang yang berjama’ah. Mereka mengucapkan salam pada orang-orang yang melakukan shalat malam.” Jawab Jibril.
Terlihat diantara mereka ada malaikat yang terlihat lebih sepuh dan lebih muda, kemudian Nabi pun bertanya kembali,
“Siapa mereka ini Yaa Jibril?”
Jibril menjawab, “Mereka berdua adalah Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as. Mendekatlah dan ucakanlah salam pada mereka”.
Nabi SAW pun mengucapkan salam dan mereka pun menjawab,
“Berbahagialah engkau Muhammad, sesungguhnya kebaikan itu ada padamu dan umatmu hingga hari kiamat”
                Setelah itu terpandang diantara keduanya seorang anak muda yang terduduk di kursi cahaya, cahayanya pun terpancar dari wajahnya yang tampak seperti bulan di malam purnama. Nabi SAW pun kembali bertanya,
“Siapa ini Yaa Jibril?”
“ Ia adalah Nabi Ya’qub as dimana Allah telh menganugerahkan kebaikan dan keindahan seperti Allah muliakan bulan diatas semua bintang-bintang” jawab Jibril.
Nabi mendekatinya dan mengucapkan salam ia pun menjawab,
“ Selamat datang wahai saudara yang shaleh dan Nabi yang shaleh.. “ sembari tersenyum
Kemudian malaikat membentuk suatu barisan dan Jibril menyuruh Nabi untuk mengimami shalat dua raka’at berdasarkan ajaran Nabi Ibrahim as. Selesai shalat kami pun menanjak menuju langit keempat dalam waktu yang sangat cepat yang cepatnya melebihi kedipan mata.(Widiaturrahmi-KMNUUII)

Bersambung – [Langit ke-4]


Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII