Ayo Nyantri ke Pesantren

Semarang, NU Online
Pesantren menjadi tulang punggung punggung keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama. NU menjadi besar karena dilahirkan dari rahim pesantren yang telah lama menjadi lembaga pendidikan di Nusantara. Masyarakat kembali tergugah dengan adanya gerakan #AyoMondok yang belum lama ini beredar di media sosial.

Ide dan gagasan untuk melakukan gerakan ini telah lama muncul di Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Wilayah Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu isu ini meredup. Diberbagai wilayah isu-dan gagasan ini juga tumbuh namun, hanya sekadar dalam obrolan antar santri, kiai dan masyarakat. Gerakan inipun disambut dengan RMI Jateng dengan membuat karikatur #AyoMondok Pesantrenku Keren.

Tak hanya berhenti dalam pembuatan karikatur dilanjutkan dengan Rapat Program Gerakan Nasional Ayo Mondok, Senin, (4/5) di kantor TV9 Surabaya. Pembicaraan ini menajamkan bahwa Gerakan Nasional Ayo Mondok merupakan sebuah gerakan kampanye kepada publik akan pentingnya pendidikan pesantren.

Tim kecil yang terdiri dari pengurus pusat RMI, RMI Jateng dan Jatim, dan pihak TV9 menyepakati bahwa pertama  memakai logo usulan RMI Jateng, kedua, kedua soft launching Gerakan Nasional Ayo Mondok secara serentak 1 Juni 2015 (15 Sya'ban) di kantor PBNU Jakarta. Ketiga, meminta seluruh komunitas santri NU pada tanggal tersebut untuk memasang logo di semua medsos yang dimiliki sekurang-kurangnya 2 hari. Keempat, menyiapkan data pesantren yang diunggulkan untuk diunggah di website masing-masing sebagai informasi.

KH Abdul Ghaffar Rozien yang akrab disapa dengan Gus Rozien menyatakan bahwa gerakan #AyoMondok ini pertama untuk mensosialisasikan pesantren pada masyarakat umum terutama masyarakat kelas menengah. Inilah yang harus digalakkan kembali kepada segenap pengurus dan pengasuh tanpa mengurangi rasa keinginan untuk ditempati kalangan tertentu. Karena di pesantren semua diberlakukan setara.

"Yang kedua meyakinkan bahwa pesantren kompatibel dengan perkembangan dan oleh karenanya layak untuk dijadikan pilihan," tambah Gus Rozien.

Ketiga pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bisa dianggap paling imun dari jenis gangguan modern: narkoba, seks bebas dan penyakit sosial lain. Keempat Pesantren paling ideal sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gus Rozien menambahkan tentu pesantren yang asli (tafaqquh fiddin) bukan pesantren yang dibangun untuk tujuan lain.

Selain itu, kita juga bisa ikut memantau perkembangan Gerakan #AyoModok ini dengan mengikuti timeline twitter akun @AyoMondok. Selain itu panitia gerakan #AyoMondok sedang membangun website ayomondok.com untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses profil pesantren yang ada di seluruh pelosok tanah air. (m zulfa/mukafi niam)

sumber : NU Online
Share on Google Plus

About Redaktur KMNU UII

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan beri komentar untuk postingan KMNU UII